Telematika Dakwah Sebagai Media Mencegah Kemunkaran
Oleh: Syarifudin
|
Pendahuluan, Bagaimana Gambaran Peran
Teknologi Komunikasi Di Maluku,
Bagaimana Upaya Mubalig
menggunakan Teknologi Dakwah Bagaimana Peran media massa
dan masyarakat mencegah kerusakan lingkungan, Keluarga, dan Sekolah.
|
Dakwah Masa kini membutuhkan jurnalisme lingkungan sebagai media kampanye untuk mencegah kerusakan alam di Maluku. Diberbagai belahan
dunia the green pen telah menjadi media untuk mensosialisasikan kepada
masyarakat untuk merawat lingkungannya dimana saja ia berada karena beban dan
kerusakan alam telah menjadi perhatian masyarakat dunia global. Dampaknya kerusakan
infrastruktur akibat bencana alam juga telah
menguras anggaran Negara trilyun rupiah. Jurnalisme Hijau (Green journalism)
yang bertugas sebagai kampanye pengurangan bencana dunia (Wolrd Disaster
Reduction Campaign).
Peran media massa tak dapat dipungkiri telah menjadi agama
resmi bagi masyarakat industri. Pernyataan ini diungkapkan oleh Gorge Gerbner
dengan penuh keyakinan bahwa media massa dianggap turut memberikan andil dalam
mengkonstruksi dan memoles pemikiran masyarakat lewat pemberitaan di media
cetak dan alektronik.[1]
Pendapat Gorge Gerbner ini relevan dengan pakar media Marshal McLuhan bahwa
media sangat berbeperan mencetak opini publik dalam berbagai aspek,[2]
dengan kata lain bahwa cerminan media dewasa ini sebagai cerminan pemikiran
manusia moderen.
Mengingat betapa pentingnya peran jurnalis sebagai kekuatan
qalamnya perlu dimanfaatkan untuk mengkapanyekan cara mencegah kerusakan
lingkungan. The Green Al-Qalam sebagai upaya mencegah kerusakan alam di Maluku.
