Minggu, 22 September 2013

Teknologi Informasi Sebagai Media Mencegah Konflik Kemanusiaan

Telematika Dakwah Sebagai Media Mencegah Kemunkaran
Oleh: Syarifudin

  Pendahuluan,  Bagaimana Gambaran Peran Teknologi Komunikasi Di Maluku,
  Bagaimana Upaya Mubalig menggunakan Teknologi Dakwah  Bagaimana Peran media massa dan masyarakat mencegah kerusakan lingkungan, Keluarga, dan Sekolah.


Dakwah Masa kini membutuhkan jurnalisme lingkungan sebagai media kampanye untuk mencegah kerusakan alam di Maluku. Diberbagai belahan dunia the green pen telah menjadi media untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk merawat lingkungannya dimana saja ia berada karena beban dan kerusakan alam telah menjadi perhatian masyarakat dunia global. Dampaknya kerusakan infrastruktur akibat bencana alam juga telah menguras anggaran Negara trilyun rupiah. Jurnalisme Hijau (Green journalism) yang bertugas sebagai kampanye pengurangan bencana dunia (Wolrd Disaster Reduction Campaign).
Peran media massa tak dapat dipungkiri telah menjadi agama resmi bagi masyarakat industri. Pernyataan ini diungkapkan oleh Gorge Gerbner dengan penuh keyakinan bahwa media massa dianggap turut memberikan andil dalam mengkonstruksi dan memoles pemikiran masyarakat lewat pemberitaan di media cetak dan alektronik.[1] Pendapat Gorge Gerbner ini relevan dengan pakar media Marshal McLuhan bahwa media sangat berbeperan mencetak opini publik dalam berbagai aspek,[2] dengan kata lain bahwa cerminan media dewasa ini sebagai cerminan pemikiran manusia moderen.
Mengingat betapa pentingnya peran jurnalis sebagai kekuatan qalamnya perlu dimanfaatkan untuk mengkapanyekan cara mencegah kerusakan lingkungan. The Green Al-Qalam  sebagai upaya mencegah kerusakan alam di Maluku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar